Analisis Korelasi Antara Data Batimetri Tahun 2015 Dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 443 Tahun 2015 Tentang Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Teluk Bayur

Authors

  • Insanul Kubra Institut Teknologi Padang, Indonesia
  • Dwi Arini Institut Teknologi Padang, Indonesia
  • Ilham Armi Institut Teknologi Padang, Indonesia
  • Dwi Marsiska Driptufany Institut Teknologi Padang, Indonesia
  • Yose Rinaldy N Institut Teknologi Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56248/marostek.v5i1.132

Keywords:

Batimetri, Korelasi, Alur Pelayaran, Teluk bayur, Kepmenhub, Low Water Spring

Abstract

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pintu gerbang maritim utama di Pantai Barat Sumatera dengan alur pelayaran yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 443 Tahun 2015, yang menetapkan kedalaman minimal 10 meter LWS (Low Water Spring). Kondisi perairan yang dinamis akibat sedimentasi, perubahan pola arus, dan cuaca ekstrem dapat menyebabkan ketidaksesuaian antara parameter teknis regulasi dengan kondisi aktual di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik Data Batimetri Tahun 2015 dan menganalisis korelasi serta kesesuaiannya dengan parameter teknis yang ditetapkan dalam Kepmenhub KP 443 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif-analitis dengan teknik overlay analysis menggunakan software CARIS Paper Chart Composer 4.1. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa Lembar Lukis Teliti (LLT) Survei Padang dan Teluk Bungus tahun 2015, Peta Laut Indonesia Nomor 279, Citra Kota Padang 2025, Field Check 2024, dan Kepmenhub KP 443 Tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman perairan di alur pelayaran bervariasi dari 3,2 meter hingga 31 meter LWS. Analisis korelasi mengidentifikasi empat Area Of Interest (AOI) yang mengalami pendangkalan di bawah standar minimal 10 meter LWS dengan total luas ± 410.014,505 m², terdiri dari Area Of Interest 1 (361.889,838 m²), Area Of Interest 2 (44.095,293 m²), Area Of Interest 3 (2.423,042 m²), dan Area Of Interest 4 (1.606,332 m²). Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengerukan pada area yang kurang dari 10 meter LWS dan pemutakhiran regulasi berbasis data hidrografi terkini untuk menjamin keselamatan navigasi.

Author Biographies

Dwi Arini, Institut Teknologi Padang, Indonesia

Lecturer of Geodetic Engineering Study Program, Padang Institute of Technology.

Ilham Armi, Institut Teknologi Padang, Indonesia

Lecturer of Geodetic Engineering Study Program, Padang Institute of Technology.

Dwi Marsiska Driptufany, Institut Teknologi Padang, Indonesia

Lecturer of Geodetic Engineering Study Program, Padang Institute of Technology.

References

Darmawan, M. D., & Khomsin. (2016). Pembuatan Alur Pelayaran dalam Rencana Pelabuhan Marina Pantai Boom, Banyuwangi. Pembuatan Alur Pelayaran Dalam Rencana Pelabuhan Marina Pantai Boom, Banyuwangi, 5(2), 2–7.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut. (2016). Profil Pelabuhan Teluk Bayur: Statistik dan kinerja. Kementerian Perhubungan RI.

IHO. (2013). International Hydrographic Organization Regulations of The IHO for International (INT) Charts. International Hydrographic Organization, 4(September), 1–435.

International Maritime Organization. (2020). Guidelines for the design and implementation of safe shipping lanes. IMO Publication.

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. (2015). Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 443 Tahun 2015 tentang Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Teluk Bayur.

Khadafi, M. F., & Irfanto, R. N. (2025). Kajian Teknis Perlindungan Hukum Bagi Tenaga Kerja Outsourcing Dalam Praktik Industri. Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi Dan Sains, 4(1), Page 59–65. Retrieved from https://marostek.marospub.com/index.php/journal/article/view/118

Kusumawati, E. D., Handoyo, G., & Hariadi. (2015). Pemetaan Batimetri Untuk Mendukung Alur Pelayaran Di Perairan Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jurnal Oseanografi, 4, 706–712.

Liu, Y., Zhang, W., & Li, J. (2019). Bathymetric data analysis for navigation safety: A review. Journal of Coastal Research, 35(2), 250–262. https://doi.org/10.2112/JCOASTRES-D-18-00067.1

Nguyen, T., Pham, H., & Le, T. (2020). Sedimentation and dredging strategies in dynamic port environments. Marine Georesources & Geotechnology, 38(5), 612–625. https://doi.org/10.1080/1064119X.2019.1634220

Smith, W. H. F., & Sandwell, D. T. (2003). Global sea floor topography from satellite altimetry and ship depth soundings. Science, 282(5397), 1518–1522. https://doi.org/10.1126/science.282.5397.1518

Syafri, A., & Putra, R. (2018). Analisis perubahan morfologi dasar laut Teluk Bayur akibat sedimentasi. Jurnal Hidrosfer Indonesia, 13(1), 45–58.

Timor, A. R., Syafrian, A. H. A., & Nurqaidah, S. (2025). Perancangan Alat Vital Sign Dengan Parameter Spo2 Berbasis Arduino Mega Untuk Mengukur Saturasi Oksigen. Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi Dan Sains, 4(1), Page 66–71. https://doi.org/10.56248/marostek.v4i1.119

Widiastuti, R., Hidayat, T., & Susilo, B. (2021). Dampak perubahan arus dan sedimentasi terhadap keselamatan navigasi di perairan barat Sumatera. Jurnal Kelautan Tropis, 24(2), 101–115.

Downloads

Published

2026-05-01

How to Cite

Kubra, I., Arini, D., Armi, I., Driptufany, D. M., & N, Y. R. (2026). Analisis Korelasi Antara Data Batimetri Tahun 2015 Dengan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 443 Tahun 2015 Tentang Alur Pelayaran Masuk Pelabuhan Teluk Bayur. Jurnal Teknik, Komputer, Agroteknologi Dan Sains, 5(1), Page 1–7. https://doi.org/10.56248/marostek.v5i1.132

Most read articles by the same author(s)